December 27th, 2009 — Uncategorized
Teman-teman semua, yang ganteng-ganteng, yang kontolnya gede-gede en napsuin…
Aku baru aja setting kamar baru. Soalnya kamar yang sekarang banyak keterbatasannya. Gak bisa bebas bawa cowok masuk he he…
Jadi kalo mau baca kisahku lagi, dateng aja ke kamar baru ku ya. Alamatnya ada di :
http://bukuharianlina.wordpress.com/
Aku tunggu disana ya… jangan lupa buka celana … ehm…
December 26th, 2009 — Uncategorized
Teman-teman semua yang rajin baca buku harianku, aku mohon maaf ya karena sudah sekian lama gak nulis-nulis lagi.
Sebenarnya masih banyak kisah yang bisa diceritain malah sampai dengan kejadian tadi malam juga seru banget. Tapi belakangan aku lagi sibuk banget gara-gara perusahaan tempat aku kerja lagi PHK besar-besaran.
Dan buntutnya aku juga kena PHK nih. Jadi tulis menulisnya istirahat dulu sementara sibuk cari kerjaan nih.
Mudah-mudahan gak lama lagi aku udah bisa hadir dengan cerita-cerita baru yang bisa bikin cepet ngecret ya.
Terima kasih udah tetep setia mampir ke Blog ini.
Sampai jumpaaaa
October 7th, 2009 — Dunia Kerja
Enam bulan sudah sejak perpisahanku dengan Dito yang menyakitkan. Terlebih lagi jika mengingat hubungan kami sebenarnya sudah sangat serius. Bahkan rencana pernikahan sudah sering dibicarakan diantara keluarga kami. Hubunganku dengan orang tua Dito sudah demikian dekat.
Continue reading →
September 23rd, 2009 — Dunia Kerja
Aku terbangun karena sinar matahari menerpa wajahku. Ternyata kain gorden penutup jendela terbuka dengan lebar. Kugeliatkan tubuh telanjangku menghapus sisa-sisa kantuk dari tidur nikmatku semalam.
Aku menoleh kesamping. Lho… Dito mana ? aku tidur sendirian. Ah, mungkin dia di kamar mandi. Tapi kemudian mataku tertumbuk pada tumpukan uang 100 ribuan di meja kecil samping tempat tidur. Didekatnya ada secarik pesan. Kuambil pesan itu. Dari Dito…
Continue reading →
September 19th, 2009 — Dunia Kerja
Hampir seminggu aku mogok kencan dengan Dito. Bukan hanya mogok kencan, bahkan telepon dan smsnya pun tak mau kujawab. Aku benar-benar tersinggung atas kata-katanya padaku.
Tapi Dito terus saja membujukku melalui sms-smsnya. Kata-kata maaf mengalir terus menerus membuatku goyah juga. Akhirnya aku setuju untuk dijemput seperti biasanya, dan kembali bercumbu di mobil seperti biasa.
Continue reading →
September 17th, 2009 — Dunia Kerja
Semenjak Dito tahu bahwa aku sudah biasa ngisep kontol-kontol para mantanku dulu, nafsunya seolah menjadi semakin liar. Jujur sebenarnya aku takut masa laluku yang cukup liar dalam berpacaran membuat hilangnya rasa sayang Dito padaku. Tapi melihat perkembangan hubungan kami setiap hari yang semakin panas, aku menjadi lebih tenang dan yakin bahwa perilaku liarku dimasa lalu tidak akan mempengaruhi hubungan kami.
Namun meski Dito semakin liar padaku, terkadang aku menjadi agak risih dengan keinginannya yang semakin aneh-aneh. Belakangan ini Dito senang sekali memintaku telanjang meski dilokasi yang tidak terlalu aman.
Continue reading →
September 10th, 2009 — Dunia Kerja
“Iya sayaaang… isep terussss… isep yang kenceng..” teriak Dito ditengah sibuknya mulutku mengulum kontol besarnya. Kulepaskan kontol Dito dari mulutku lalu kukocok-kocok kontol itu dengan tanganku.
“Aaaaaahh… iseeep lagiiii…” kurasakan kontol Dito semakin keras. Cepat kulahap lagi kontol Dito. Kuhisap kuat-kuat dan… crooottt.. crooott… beberapa semburan hangat menerjang tenggorokanku.
Kutelan semua air maninya, kemudian kubersihkan kontol Dito dengan cara menjilati sekujur batang kontolnya. Setelah kontolnya bersih, kurebahkan tubuh telanjangku disebelah Dito.
Continue reading →
September 6th, 2009 — Dunia Kerja
Sejak kuusir dari kamar Hotel beberapa waktu lalu, Torik semakin menjauhiku. Jika bukan untuk urusan kerja, dia tidak pernah lagi menegurku. Bahkan jika memungkinkan untuk urusan kerjapun dia hanya menitipkan dengan rekan kerjaku. Kecuali untuk pengambilan uang tunai yang memang harus menhadap aku secara langsung.
Apalagi sejak dia mengetahui aku mulai sering jalan bareng Dito. Bisa dikatakan hubunganku dengan Torik usai sudah. Bagiku tidak menjadi masalah. Karena hubunganku dengan Dito jelas jauh lebih menjanjikan.
Continue reading →
September 5th, 2009 — Dunia Kerja
Aku terbangun dengan tubuh agak menggigil kedinginan. Uuuh…. pantas saja dingin. Aku masih telanjang bulat. Kuraih jam tanganku yang kuletakkan di meja samping tempat tidur. Ah, masih jam 2 pagi. Aku kembali meringkuk dibalik selimut tebal kamar hotel.
Sempat terpikir untuk mengenakan pakaian. Tapi rasanya malas sekali untuk beranjak dari kasur mpuk ini. Akhirnya aku terus saja meringkuk sambil kuselipkan tanganku diselangkangan untuk mencari kehangatan. Namun rupanya hal itu malah menimbulkan getar-getar enak di seputar memekku.
Continue reading →
September 4th, 2009 — Dunia Kerja
“Terima kasih ya pak” ujarku mengakhiri percakapanku di telepon dengan seorang Manager Hotel di kawasan Sudirman. Karena seringnya perusahaan kami memesan kamar hotel untuk klien-klien kami dan selama ini aku yang selalu berhubungan dengan pihak Hotel, maka pihak Hotel memberi hadiah berupa beberapa lembar voucher untuk menginap gratis di kamar Superior mereka. Lumayan…
Ah… memekku langsung berdenyut saat membayangkan akan mengajak Torik untuk menggunakan voucher ini. Terbayang Kontol besar Torik saat kami bercumbu di ancol beberapa hari lalu. Apalagi aku belum sempat merasakan kontol besarnya secara utuh. Ugh… menbayangkan itu saja aku sudah tidak sabar ingin ngisep kontolnya.
Continue reading →